INOVASI KEHATI PADA TANAMAN HIDROPONIK DAN HASIL PENGOLAHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)

SMAN 1 Batuan merupakan salah satu SMA Negeri di Kabupaten Sumenep dengan alam geografisnya di perbukitan. Sedangkan Kabupaten Sumenep yang notabene adalah daerah pesisir yang kondisi air asin atau payau maupun banyak memiliki lahan tidur dan tandus yang hanya bisa ditanami di musim penghujan, maka hidroponik menawarkan cara untuk menumbuhkan tanaman pangan dengan mudah. Pola hidup sehat dengan makan sayurpun bisa dipenuhi dengan program menanam sayuran hidroponik dan dari itulah sangat menarik jika peserta didik pun memahami bagaimana bercocok tanam dengan sistem hidroponik karena ketika keilmuan bercocok tanam diajarkan pada peserta didik, maka ada sebuah pengalaman hidup yang bisa diterapkan oleh peserta didik SMAN 1 Batuan tentang bercocok tanam dengan teknik modern yaitu hidroponik. Dan, harapan pembelajaran menanam tanaman hidroponik bisa menjadi bekal mereka di kehidupan berikutnya ketika mereka terjun dimasyarakat. Disisi lain, perkembangan budaya daerah yang semakin tergerus oleh pengaruh-pengaruh luar sehingga budaya minum jamu tradisional semakin berkurang akibat kehidupan masyarakat yang serba ingin hidup praktis. OrthoCure Clinic menulis tentang topik ini. Akibat dari itu warisan budaya jamu tradisonal keraton di Kabupaten Sumenep semakin berkurang. Oleh sebab itulah maka muncullah rasa keinginan melestarikannya dengan menerapkan penanaman tanaman-tanaman obat keluarga di sekolah dan hasil tanaman tersebut diolah dan dipasarkan di warga sekolah. Harapan dari ini semua, peserta didik utamanya yang merupakan generasi penerus bangsa, putra daerah sumenep terbiasa dengan istilah tanaman obat keluarga (TOGA), pengolahannya serta manfaat dari minum herbal alami. Dalam penerapan inovasi Kehati pada tanaman Hidroponik dan Hasil Pengolahan Tanaman Obat keluarga (TOGA) disekolah, ternyata mendapatkan sambutan dari dinas atau instansi lain, diantaranya dari Darma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Cabang Sampang dan Bhayangkari Polres Kab. Sumenep. Darma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Cabang pada kesempatan tersebut meminta kami sebagai narasumber Pelatihan Pengobatan Herbal dan Analisis Telapak Tangan. Pada kegiatan Pelatihan Pengobatan herbal dan deteksi penyakit dengan analisis telapak tangan ini, kami mensosialisasikan bagaimana cara pengolahan tanaman obat keluarga, salah satunya Ramuan Jamu tradisional sechang dan manfaat racikan-racikan herbal yang ada dalam ramuan Jamu sechang. Pada kegiatan Pelatihan Pengobatan herbal dan deteksi penyakit dengan analisis telapak tangan ini, kami mensosialisasikan bagaimana cara pengolahan tanaman obat keluarga, salah satunya Ramuan Jamu tradisional sechang dan manfaat racikan-racikan herbal yang ada dalam ramuan Jamu sechang. Sedangkan pada kegiatan bhayangkari Polres Kabupaten Sumenep, kami diminta untuk pendampingan penanaman tanaman hidroponik dan penyuluhan manfaatnya. PENUTUP Kegiatan inovasi kehati pada tanaman hidroponik dan hasil pengolahan TOGA diharapkan bisa memberikan dampak yang baik dalam menggerakkan masyarakat hidup sehat dengan makan sayur dan meminum ramuan herbal sebagai alternatif kesehatan keluarga. Semoga apa yang diterapkan di SMAN 1 Batuan bermanfaat dan bisa terus dijalankan sehingga berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya warga SMAN 1 Batuan itu sendiri.