SMAN 3 Sumenep mendapatkan 4 penghargaan dalam refleksi pendidikan Cabang Dinas Wilayah Sumenep Tahun 2024

Selamat kepada SMAN 3 Sumenep atas prestasinya! Berikut adalah empat penghargaan yang diterima oleh sekolah dari Refleksi Pendidikan Cabang Dinas Wilayah Sumenep Tahun 2024: Semoga penghargaan-penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan di SMAN 3 Sumenep!

Dampak Revolusi industri terhadap kesejahteraan umat manusia

Sebelum adanya revolusi industri manusia  melakukan segala macam aktivitas ekonomi seperti bercocok tanam dengan menggunakan tenaga manusia maupun tenaga hewan. Mereka mengerjakan aktivitas ekonomi tersebut tanpa menggunakan mesin mesin canggih yang serba cepat dan instan. Saat membajak sawah mereka tidak menggunakan mesin traktor melainkan sapi atau kerbau. Saat panen pun mereka tidak menggunakan mesin pencabut padi otomatis melainkan menggunakan tenaga manusia dengan cara mengarit padi satu persatu. Biasanya orang yang kaya akan menyuruh orang lain untuk melakukannya di sawah mereka saat sudah panen. Setelah adanya revolusi industri aktivitas ekonomi menjadi serba modern dan didominasi oleh mesin-mesin canggih. Penggunaan mesin-mesin canggih ini memberikan banyak manfaat diantaranya adalah proses produksi  yang lebih cepat, biaya produksi lebih murah sehingga berdampak pada harga jual dan lain sebagainya. Akan tetapi dibalik itu semua terdapat masalah dalam Revolusi industri. Masalah tersebut tersebut adalah hilangnya pekerjaan manusia karena tergantikan oleh Teknologi dan mesin-mesin canggih. Rincian masalah-masalah dalam  Revolusi industri adalah sebagai berikut: Setidaknya ada 5 masalah yang berhasil kami temukan dalam revolusi industri dan pastinya masih banyak masalah-masalah lain dalam revolusi industri yang masih belum kami temukan. Masalah-masalah ini harus kita benahi bersama untuk kesejahteraan bersama. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan dalam upaya membenahi masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut. Revolusi industri hendaknya tidak boleh kita telan mentah-mentah juga tidak boleh kita tolak mentah melainkan harus Selalu mencari solusi dibalik semua itu agar perkembangan teknologi semakin baik dan memberikan manfaat untuk semua kalangan baik dari kalangan  ekonomi tinggi hingga ekonomi menengah kebawah. Penting! Revolusi industri pertama kali terjadi di negara Inggris pada pertengahan abad ke-18. Revolusi industri terjadi di Inggris sekitar tahun 1760-an hingga 1840. Revolusi industri menandai perubahan corak ekonomi dari yang sebelumnya bercocok pertanian menjadi industri. Penulis : Jaka Agus Kurnia Kelas XI MIPA SMAN 1 Batuan

Dampak Waktu Belajar Antara 8 Sampai 9 Jam di Sekolah Terhadap Minat Belajar Siswa

Oleh : Gufron, S.Pd  Pendidikan merupakan hal yang esensial dalam kehidupan. Kemajuan atau kemerosotan suatu bangsa dapat diketahui progress pendidikannya. Suatu bangsa akan menjadi makmur dan disegani oleh bangsa-bangsa di dunia jika lebih dari 80% sumber daya manusianya mendapatkan pendidikan tinggi yang siap bersaing dengan SDM dari mancanegara seperti di negara-negara yang berada di benua Eropa dan Amerika. Pengelolaan pendidikan di suatu negara berindikasi sukses jika mendapat respon positif dari warga negaranya dan terpenuhinya sarana dan prasarana yang memadai.      Akhir-akhir ini pendidikan di Indonesia menjadi sorotan dari berbagai kalangan, mulai dari pembuat kebijakan, pendidik, praktisi pendidikan, komite sekolah, dan orang tua/wali siswa, Salah satu kebijakan yang menjadi polemik sosial adalah waktu belajar siswa antara 5 sampai 6 hari. Sekolah yang mengambil kebijakan 5 hari belajar dengan konsekuensi waktu belajar di sekolah antara 8 sampai 9 jam sedangkan sekolah yang mengambil kebijakan 6 hari konsekuensi waktu belajar di sekolah antara 6 sampai 7 jam. Dua kebijakan ini memiliki payung hukum sebagai argumen untuk menetapkan 5 atau 6 hari belajar.Berawal dari penetapan 5 atau 6 hari belajar berimplikasi pada kinerja seluruh anasir sekolah. Hal ini dapat diamati pada kinerjanya mulai pagi sampai sore. Kinerja ASN dan nonASN tetap konsisten dan profesional jika penetapan hari bekerja / belajar berdasarkan cara-cara yang demokratis mengutamakan suara terbanyak sehingga mendapat respon positif dari semua pihak.       Opini sebagian masyarakat menyebutkan bahwa penetapan 5 hari belajar dengan konseuensi belajar antara 8-9 jam kurang efektif  karena mengurangi istirahat dan berkumpul bersama keluarga. Fakta sosial mendeskripsikan bahwa sepulang sekolah siswa memilih istirahat karena kecapean. Malam hari malas belajar karena masih kecapean. Berbeda dengan 6 hari belajar dengan konsekuensi belajar antara 6-7 jam di sekolah siswa memiliki waktu yang cukup untuk istirahat dan berkumpul bersama keluarga. Selain itu siswa memiliki waktu untuk belajar di rumah dan pemantauan orangtua/wali siswa lebih maksimal.      Dalam dunia pendidikan pembelajaran merupakan mata rantai yang tak terputuskan karena antara pendidikan dan pembelajaran diibaratkan sekeping uang logam yang keberadaannya pasti ada. Pembelajaran merupakan salah satu cara mencerdaskan Sumber Daya Manusia. Melalui pembelajaran kemajuan suatu bangsa dapat diukur perannya dalam skala lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Olehkarena itu peranan pendidik melakukan terobosan pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga ilmu yang dialihkan mampu diterapkan oleh peserta didik      Salah satu strategi pembelajaran agar direspon positif adalah penetapan waktu belajar yang efektif. Penetapan waktu belajar yang efektif harus mendapatkan dukungan dari pemangku atau pembuat kebijakan, pendidik, komite sekolah dan stakeholder. Keempat anasir ini hendaknya bersinergi dengan harapan waktu belajar siswa di sekolah dan di rumah proporsional.Waktu belajar yang berlebihan di sekolah atau di rumah menyebabkan hilang kendali sehingga mengurangi waktu istirahat sehingga pembelajaran tidak efektif dan tidak efisien       Pemerintah memberikan ruang gerak kepada lembaga pendidikan untuk menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar  5 hari kerja atau 6 hari kerja. Kebebasan memilih untuk menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar 5 hari kerja atau 6 hari kerja menjadi polemik bagi pengambil kebijakan hal ini dikarenakan penetapan 5 atau 6 hari tersebut sama-sama memiliki payung hukum. Terlepas dari payung hokum tersebut pengambilan keputusan untuk menetapkan 5 atau 6 hari kerja hendaknya mempertimbangkan faktor-faktor efektifitas, kesiapan, dan dampaknya bagi pendidik, tenaga kependidikan, siswa dan lembaga pendidikan.      Dalam falsafah pancasila dan UUD 1945 mengisyaratkan kepada pemangku jabatan bahwa pelayanan pendidikan hendaknya dilakukan dengan tidak mendeskriminasikan suku, golongan, agama, adat istiadat, dan bahasa. Pelayanan ini dilakukan secara adil dan merata dari Sabang sampai Merauke seperti terpenuhinya Pimpinan lembaga, GTK , Tenaga Administrasi Sekolah, pelayanan kesehatan dan Sarana Prasarana. Selain itu pelayanan waktu belajar juga mendapatkan perhatian yang sama antara di kota dan di pelosok-pelosok. Dalam beberapa tahun terakhir ini pelayanan waktu belajar antara 8-9 jam di sekolah terjadi pro dan kontra. Hal ini disebabkan perspektif yang berbeda dalam menyikapi waktu belajar sisswa di sekolah. Kelompok yang pro berpandangan waktu belajar siswa antara 8 sampai 9 jam akan meminimalisir perbuatan negatif siswa dan mengarahkannya untuk mengasah bakat / keterampilannya selain itu sekolah dapat dijadikan sarana untuk bermain. Kelompok yang kontra mereka berpandangan waktu belajar antara 8 sampai 9 jam di sekolah mengurangi waktu bersosialisasi dengan masyarakat, memperpendek waktu istirahat dan terbatasnya berkumpul bersama keluarga untuk mencurahkan isi hati. Menjelajahi berbagai pandangan di atas terjadinya pro dan kontra waktu belajar siswa di sekolah antara 8 sampai 9 jam di sekolah adalah hal yang wajar karena kedua kelompok ini argument yang dapat dipertanggungjawabkan di depan publik. Namun sebagai manusia hendaknya mengambil suatu kebijakan yang bijak dengan memprioritaskan kebersamaan berlandaskan pada nilai-nilai kehidupan seperti nilai sosial, nilai religi, nilai moral dan nilai budaya. Kebijakan yang berlandaskan pada nilai-nilai  kehidupan akan menghasilkan kebijakan yang bijak. Implementasi kebijakan tersebut akan menjadi keteladanan bagi warga sekolah dan masyarakat sehingga akan terealisasi Ing Ngarso Sung Tulodo. “ Kebijakan yang bijak akan menjadi Keteladanan.” Sebuah pemikiran Ki Hajar Dewantara untuk Indonesia khususnya untuk lembaga pendidikan formal dan informal patut diapresiasi karena memotivasi untuk pendidik di Indonesia untuk mengambil kebijakan yang bijak.

Program kerja dan Penjemputan Realawan Peace Corp di Hotel NEW Sidoarjo

Salam dan Selamat Datang di Peace Corps Terima kasih telah bersedia bekerja sama dengan para Relawan Peace Corps. Peace Corps telah menjadi contoh keberhasilan bagi usaha-usaha memajukan pembangunan yang berkelanjutan di tingkat masyarakat. Namun, Peace Corps memiliki peran, lebih dari sekadar agen pembangunan. Para Relawan mewakili beberapa nilai kehidupan Amerika yang paling utama,yaitu: harapan, perdamaian, optimisme, kemerdekaan, dan kesempatan. Para Relawan tidak dianjurkan untuk memaksakan nilai-nilai yang mereka miliki kepada orang-orang atau budaya-budaya lain, melainkan membangun jembatan persahabatan dan pemahaman yang merupakan dasar bagi perdamaian antar-bangsa. Are you in need of a quick house sale? Check out https://www.cash-for-houses.org/missouri/ for a convenient solution. Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah atau Guru Mitra,Anda akan mengajari Relawan yang bertugas mengenai keadaan sekolah dan masyarakat Anda, dan membantu memastikan berlangsungnya pengembangan kapasitas selama dua tahun Relawan bertugas.Para Relawan Peace Corps memiliki pengetahuan yang luas,aktif,dan berdedikasi saat bekerja, tetapi mereka juga membutuhkan bantuan dan kemitraan Anda jika ingin berhasil. Buku panduan ini akan membantu Anda dalam mempelajari lebih banyak tentang Peace Corps serta kebijakan dan peraturan yang terkait dengan penugasan Relawan. Gunakan buku panduan ini untuk memahami peran dan tanggung jawab,mempelajari tentang permasalahan komunikasi antar-budaya, dan memulai perencanaan pekerjaan yang akan Anda lakukan bersama Relawan dalam masyarakat Anda. Terima kasih atas partisipasi Anda dalam program Peace Corps,dan atas dukungan serta arahan yang akan Anda berikan kepada Relawan yang bertugas selama dua tahun mendatang.Kami menyambut pertanyaan-pertanyaan,komentar,dan ide-ide Anda.Oleh karena itu jangan ragu untuk menghubungi anggota staf kami jika terdapat hal-hal yang ingin Anda diskusikan. Christie Scott Country Director, Peace Corps Indonesia Tentang Peace Corps Siapa Kami Peace Corps adalah badan independen pemerintah Amerika Serikat. Misinya adalah meningkatkan perdamaian dan persahabatan internasional melalui penugasan para Relawan Amerika ke luar negeri.Presiden John F.Kennedy memulai Peace Corps pada tahun 1961.Sejak saat itu,hampir 230.000 orang Amerika telah bertugas dengan Peace Corps di 141 negara.Para Relawan berusaha membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Tiga tujuan Peace Corps yaitu: 1. Membantu orang-orang dari Negara-negara yang berkepentingan guna memenuhi kebutuhan mereka akan kaum laki-laki dan perempuan terlatih. 2. Membantu meningkatkan pemahaman yang lebih baik mengenai orang Amerika kepada masyarakat yang mereka layani. 3. Membantu meningkatkan pemahaman yang lebih baik mengenai masyarakat lain kepada orang-orang Amerika. Siapa para Relawan? Selama lebih dari 55 tahun,para Relawan Peace Corps telah bekerja sama dengan orang-orang yang tidak terhitung jumlahnya yang ingin membangun kehidupan mereka,anak-anak mereka dan masyarakat mereka dengan lebih baik. Agar dapat bergabung dengan Peace Corps,Relawan dari Amerika harus bersedia bertugas selama dua tahun untuk hidup dan bekerja di negara berkembang. Sebelum pandemic COVID-19,ada sekitar 7,376 Relawan Peace Corps yang bertugas di 65 negara di dunia.Sekitar 63 persen diantaranya adalah perempuan. Usia rata-rata Mereka adalah 28 tahun, dan enam persen diantaranya berusia di atas 50 tahun. Beberapa diantaranya bahkan berusia 70-an dan 80-an tahun! Sebagian besar Relawan tidak menikah,meski ada beberapa yang menikah. Per tanggal 7 Maret 2023,ada lebih dari 1.200 Relawan Peace Corps yang bertugas. Merefleksikan keberagaman budaya Amerika Serikat yang kaya, Relawan menunjukkan kepada negara lain bahwa orang Amerika berasal dari berbagai latar belakang ras,etnis, agama,dan budaya. Bagaimana orang Amerika menjadi Relawan? Setiap tahun,hampir 9.000 orang Amerika melamar untuk menjadi Relawan. Para pelamar ini menjani proses penyaringan yang ketat yang mencakup berbagai wawancara,dengan Staf Penempatan Peace Corps Indonesia,penyerahan surat rekomendasi,dan sejumlah pemeriksaan,termasuk medis dan hukum.Pada akhirnya, sekitar 3500 orang dipilih dan ditugaskan di seluruh dunia. Mengapa orang Amerika bergabung dengan Peace Corps? Ada banyak keuntungan bagi orang Amerika yang bergabung dengan Peace Corps. Para Relawan mempelajari ketrampilan-ketrampilan baru untuk karir mereka dan mendapat pengalaman dalam pembangunan berskala internasional.Mereka tinggal dan mempelajari sisi lain dunia.Sebagian besar orang Amerika bergabung dengan Peace Corps karena mereka peduli dan ingin membantu sesama.Kebanyakan Relawan menyatakan bahwa mereka ingin memberi kontribusi untuk dunia. Para Relawan menjalin persahabatan yang abadi dengan orang-orang yang berasal dari sisi dunia yang berbeda.Dengan bantuan masyarakat tuan rumah,Kepala Sekolah/Madrasah,dan Guru Mitra,mereka akan merasa nyaman di negara tuan rumah.Mereka mempelajari banyak hal baru tentang dunia yang akan menjadi pengalaman penting di sepanjang sisa hidup mereka.Para Relawan sering menyatakan bahwa mereka mempelajari dan memperoleh lebih banyak pengalaman daripada yang mereka berikan. Apa yang dilakukan Para Relawan? Di seluruh dunia,para Relawan Peace Corps bertugas pada kegiatan yang berbeda-beda dalam “sektor” pendidikan,kesehatan,lingkungan,pembangunan ekonomi masyarakat,pengembangan kaum muda, dan pertanian.Para Relawan mendapatkan salah satu tugas dari beberapa bidang tersebut. Mereka juga memiliki tanggung jawab di luar pekerjaan mereka. Mereka diharapkan bekerja pada projek pengembangan masyarakat. Misalnya,para guru bahasa Inggris mungkin juga akan memutuskan untuk mengerjakan kegiatan lingkungan atau kesehatan untuk menjawab kebutuhan dan keinginan yang diungkapkan oleh masyarakat.Banyak Relawan Peace Corps yang terlibat di MGMP setempat atau menyumbangkan waktu mereka di universitas atau Sekolah Dasar terdekat.Relawan Peace Corps diharapkan untuk bekerja dengan masyarakat untuk memahami keinginan dan kebutuhan masyarakat, dan membangun proyek secara kolabolatif yang berasal dari kebutuhan dan keinginan tersebut.