Khofifah: “Dari Bumi Majapahit, Kita Persembahkan Harmoni untuk Negeri”

Dua Rekor MURI Jadi Kado Istimewa HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur. Gubernur Khofifah sat menerima Rekor MURI.
SURABAYA, 13 Oktober 2025 – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Timur berlangsung istimewa dengan diraihnya dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan ini menjadi kado bersejarah bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus bukti nyata semangat JATIM BISA (Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif) yang terus digaungkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Rekor pertama diraih melalui Paduan Suara Massal Siswa-Siswi SMA dan SMK se-Jawa Timur yang membawakan Mars Jawa Timur bertema “Berkumandang Mars Jawa Timur, Menyatukan Semangat Generasi Emas.”
Sebanyak 1.300 siswa hadir langsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sementara 53.933 siswa dari 772 sekolah berpartisipasi secara daring dari berbagai daerah.

Para peserta yang tampil di Grahadi merupakan pemenang lomba paduan suara tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur, hasil seleksi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Mereka menampilkan harmoni yang melambangkan persatuan dan semangat generasi muda Bumi Majapahit.
Rekor kedua diraih melalui Pagelaran Orkestra Simfoni oleh Murid SMA/SMK Terbanyak bertajuk “Jawa Timur Bersimfoni.”
Sebanyak 230 talenta muda dari sekolah-sekolah di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik tampil memainkan 167 alat musik dari berbagai jenis instrumen — gesek, tiup, perkusi, hingga petik — dalam harmoni bertema “Generasi Emas Jawa Timur.”

Kedua penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, disaksikan ribuan peserta dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian ini.
“Anak-anakku SMA/SMK se-Jatim hari ini tidak hanya bernyanyi dan bermain musik, tetapi sedang menulis sejarah. Mereka menunjukkan bahwa generasi emas bukan sekadar cita-cita, melainkan sudah hadir dan berkarya di hadapan kita,” ujarnya.
Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur Bersimfoni menjadi simbol nyata filosofi JATIM BISA, di mana kreativitas dan kolaborasi menjadi bahasa universal dalam membangun semangat kebersamaan.
“Denting, tiupan, petikan, dan gemuruh yang berpadu ini adalah simbol sinergi. Dari ruang-ruang kelas, kini mereka mempersembahkan harmoni untuk negeri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa dua rekor MURI ini merupakan persembahan terbaik pelajar Jawa Timur untuk ulang tahun ke-80 provinsi.
“Ini bukti bahwa pendidikan di Jatim tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kolaborasi antar generasi muda,” ujarnya.
Founder MURI, Jaya Suprana, turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa ini.
“Generasi emas pelajar Jawa Timur telah menggelorakan semangat kebersamaan dan kebanggaan terhadap daerahnya. Museum Rekor Dunia Indonesia dengan ini menetapkan dua kegiatan tersebut sebagai Rekor Dunia,” tegasnya.
Acara bersejarah ini menjadi penanda bahwa Jawa Timur tidak hanya tangguh dan bertumbuh, tetapi juga mampu menghadirkan harmoni kreativitas dari generasi muda untuk Indonesia yang lebih berdaya dan berakhlak.