Penanaman Pohon Dalam Rangka Gerakan Greenwave Bersama OISCA Madura di SMAN 3 Sumenep

Sumenep, 11 Juni 2025 – Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ekosistem hijau, SMAN 3 Sumenep bekerja sama dengan OISCA Madura melaksanakan kegiatan Penanaman Pohon pada Rabu, 11 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Greenwave, sebuah gerakan global yang berfokus pada penghijauan dan pelestarian lingkungan hidup. Acara ini diikuti oleh para siswa, guru, serta perwakilan dari OISCA Madura. Bersama-sama, mereka menanam berbagai jenis pohon di lingkungan sekolah sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian alam dan penanggulangan perubahan iklim. Kepala SMAN 3 Sumenep, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya penghijauan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi siswa agar lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. “Kami berharap gerakan ini bisa menjadi langkah awal bagi siswa untuk terus menjaga dan mencintai alam sekitarnya,” ujarnya. Perwakilan dari OISCA Madura juga menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif dari pihak sekolah. Menurutnya, kolaborasi seperti ini penting untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan sejak dini. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan penanaman pohon ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Diharapkan, pohon-pohon yang ditanam hari ini akan menjadi warisan hijau yang bermanfaat bagi generasi masa depan.

PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME

(CAIRAN AJAIB DARI SAMPAH ORGANIK) Dalam 2 minggu terakhir dari pertengahan September hingga awal Oktober 2023 kenaikan suhu ekstrim sangat terasa di kabupaten Sumenep. Meningkatnya temperatur udara merupakan akibat dari pemanasan global (global warming). Faktor utama penyebab pemanasan global adalah Efek Rumah Kaca (green house effect) yang terjadi karena aktivitas manusia yang terlalu berlebihan. Meningkatnya emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitrogen oksida (NOx), chlorofluorocarbon (CFC) dan gas lainnya secara berlebihan menyebabkan cahaya matahari yang dipantulkan bumi sebagai radiasi infra merah gelombang panjang dan ultraviolet yang akan diteruskan ke angkasa luar, sebagian besar dipantulkan kembali ke bumi oleh gas rumah kaca yang terbentuk di atmosfer. Akibat jangka panjang Jika hal ini terus berlangsung, es di kutub akan mencair dan permukaan air laut bertambah tinggi, yaitu antara 8- 29 sentimeter pada tahun 2030. Pada tahun tersebut, Indonesia sebagai negara kepulauan diperkirakan akan kehilangan sekitar 2000 buah pulau. Dalam pembelajaran kimia fase E Kurikulum Merdeka, murid dikenalkan dengan kimia hijau, yaitu upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan efisiensi dan meminimalkan pengaruh bahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Murid dikenalkan dengan 12 prinsip kimia hijau, salah satu diantaranya adalah mencegah limbah. Perlu diakui, sampai saat ini kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah rumah tangga sangat rendah, sehingga hampir di semua kabupaten sampah menjadi  persoalan yang serius. Tidak adanya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik dan plastik, dan tidak adanya pengelolaan sampah yang benar menyebabkan tumpukan sampah terjadi dimana-mana yang akan berakibat pencemaran lingkungan dan membahayakan bagi kehidupan manusia, juga hewan dan tumbuhan. Di sekolah kami SMAN 1 Batuan, kami telah melakukan program untuk mencegah limbah dengan membiasakan dan membudayakan murid, guru dan staf TU untuk memilah sampah organik dan plastik yang dapat di daur ulang. Dalam rangka memberikan pemahaman baru bagi murid dan guru dalam upaya mengurangi dan memanfaatkan sampah organik agar tidak terbuang percuma dan dapat digunakan untuk mengurangi gas rumah kaca, kami bekerja sama dengan mitra kami OISCA Indonesia melakukan pelatihan pembuatan Eco Enzyme (Cairan yang memiliki berbagai manfaat dari sampah organik di dapur). Pemilihan pembuatan Eco Enzyme ini karena proses pembuatannya yang mudah dan bahan-bahannya juga terjangkau. Menggunakan kulit buah yang belum busuk, ditambahkan gula jawa sebagai molase dan air kemudian didiamkan selama 3 bulan. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari kedua Kegiatan Tengah Semester (KTS) Tahun pelajaran 2023/2024, tepatnya hari Selasa tanggal 3 Oktober 2023 dengan melibatkan seluruh murid kelas X s.d XII. Sebagai panitia dari kegiatan ini adalah murid-murid yang tergabung dalam ekskul PLH. Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyayikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari bapak Kepala Sekolah. Beliau menjelaskan pentingnya kesadaran dari diri kita masing-masing untuk melakukan inovasi mengelola dan memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teori oleh bapak Sumaryanto selaku penanggung jawab OISCA Madura dilanjutkan dengan praktik pembuatan Eco Enzyme oleh murid dibantu oleh bapak ibu guru. Murid dibagi menjadi 10 kelompok, kelas X.1 dan X.2 menjadi 4 kelompok, kelas XI 2 kelompok dan kelas XII 4 kelompok. Hasil dari pembuatan Eco Enzyme ditempatkan di ruangan yang sejuk di lab. Komputer dan diperkirakan akan panen pada tanggal 2 Januari 2024. Kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari murid dan guru. “Banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari hasil eco enzyme ini di antaranya untuk kesehatan yaitu bisa untuk kesehatan gigi kumur-kumur dan pengganti pasta gigi, kesehatan kulit muka untuk mengatasi penuaan dini, dan mengatasi luka basah. Selain itu bisa juga dimanfaatkan untuk pembersih alami seperti pembersih lantai, detergen pelembut alami, dan sabun cair. Tidak hanya itu, eco enzyme juga dapat memberikan perubahan yang lebih baik untuk lingkungan seperti memperbaiki kualitas udara menjadi lebih segar, bersih, dan menghilangkan bau. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya,” demikian penjelasan pak Sumaryanto dalam penjabaran materinya. “Alhamdulillah sangat berguna, ternyata sampah organik juga bisa dimanfaatkan, cara buatnya juga sangat mudah, hanya harus menunggu 3 bulan untuk panen. Namun, dengan adanya pelatihan Eco Enzyme ini, kami menjadi banyak tahu tentang pemanfaatan sampah dan manfaatnya banyak sekali,” kata Rado Maulana, murid kelas X.2 (doc.yova 3/10/2023)

SMAN 1 Batuan turut berperan aktif dalam hari Greenwave sedunia

Pagi ini OISCA hadir di SMAN 1 Batuan dalam rangka gerakan Greenwave yaitu gerakan yang di inisiasi oleh PBB dalam rangka menjaga keanekaragaman hayati yang salah satu NGO (Non Government Organization) yang dipercaya untuk melakukan Greenwave ini adalah OISCA Jepang serentak lebih dari 30 negara tepat pada jam 10.00 wib semuanya melaksanakan penanaman pohon Endimik di sekolah-sekolah binaan OISCA tujuannya adalah agar anak-anak ikut menjaga fegetasi atau tumbuhan Endemic yang ada di tempat setempat agar tidak punah. Jadi gerakan ini sifatnya internasional dan merupakan amanah dari PBB yang NGO dipercaya adalah OISCA yang berada lebih 30 negara melakukan penenaman tumbuhan Endimik di sekitar sekolah binaan tepat pada Jam 10.00 wib tanggal 22 Mei 2023. Jadi setiap tanggal 22 Mei itu adalah Hari Green White. Alhamdulillah di SMAN 1 Batuan sudah dilaksanakan bersama OISCA, guru, dan Siswa dan juga ada sekolah lain yaitu SDN PATEAN II yang ikut berpartisipasi dalam Greenwave di SMAN 1 BATUAN. Agenda yang kedua adalah pemanenan ubi jelembu yang sudah di tanam di SMAN 1 Batuan sejak bulan Desember 2022. Penanaman ubi jelembu ini juga kerja sama antara SMAN 1 BATUAN dengan OISCA.

INOVASI KEHATI PADA TANAMAN HIDROPONIK DAN HASIL PENGOLAHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)

SMAN 1 Batuan merupakan salah satu SMA Negeri di Kabupaten Sumenep dengan alam geografisnya di perbukitan. Sedangkan Kabupaten Sumenep yang notabene adalah daerah pesisir yang kondisi air asin atau payau maupun banyak memiliki lahan tidur dan tandus yang hanya bisa ditanami di musim penghujan, maka hidroponik menawarkan cara untuk menumbuhkan tanaman pangan dengan mudah. Pola hidup sehat dengan makan sayurpun bisa dipenuhi dengan program menanam sayuran hidroponik dan dari itulah sangat menarik jika peserta didik pun memahami bagaimana bercocok tanam dengan sistem hidroponik karena ketika keilmuan bercocok tanam diajarkan pada peserta didik, maka ada sebuah pengalaman hidup yang bisa diterapkan oleh peserta didik SMAN 1 Batuan tentang bercocok tanam dengan teknik modern yaitu hidroponik. Dan, harapan pembelajaran menanam tanaman hidroponik bisa menjadi bekal mereka di kehidupan berikutnya ketika mereka terjun dimasyarakat. Disisi lain, perkembangan budaya daerah yang semakin tergerus oleh pengaruh-pengaruh luar sehingga budaya minum jamu tradisional semakin berkurang akibat kehidupan masyarakat yang serba ingin hidup praktis. OrthoCure Clinic menulis tentang topik ini. Akibat dari itu warisan budaya jamu tradisonal keraton di Kabupaten Sumenep semakin berkurang. Oleh sebab itulah maka muncullah rasa keinginan melestarikannya dengan menerapkan penanaman tanaman-tanaman obat keluarga di sekolah dan hasil tanaman tersebut diolah dan dipasarkan di warga sekolah. Harapan dari ini semua, peserta didik utamanya yang merupakan generasi penerus bangsa, putra daerah sumenep terbiasa dengan istilah tanaman obat keluarga (TOGA), pengolahannya serta manfaat dari minum herbal alami. Dalam penerapan inovasi Kehati pada tanaman Hidroponik dan Hasil Pengolahan Tanaman Obat keluarga (TOGA) disekolah, ternyata mendapatkan sambutan dari dinas atau instansi lain, diantaranya dari Darma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Cabang Sampang dan Bhayangkari Polres Kab. Sumenep. Darma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Cabang pada kesempatan tersebut meminta kami sebagai narasumber Pelatihan Pengobatan Herbal dan Analisis Telapak Tangan. Pada kegiatan Pelatihan Pengobatan herbal dan deteksi penyakit dengan analisis telapak tangan ini, kami mensosialisasikan bagaimana cara pengolahan tanaman obat keluarga, salah satunya Ramuan Jamu tradisional sechang dan manfaat racikan-racikan herbal yang ada dalam ramuan Jamu sechang. Pada kegiatan Pelatihan Pengobatan herbal dan deteksi penyakit dengan analisis telapak tangan ini, kami mensosialisasikan bagaimana cara pengolahan tanaman obat keluarga, salah satunya Ramuan Jamu tradisional sechang dan manfaat racikan-racikan herbal yang ada dalam ramuan Jamu sechang. Sedangkan pada kegiatan bhayangkari Polres Kabupaten Sumenep, kami diminta untuk pendampingan penanaman tanaman hidroponik dan penyuluhan manfaatnya. PENUTUP Kegiatan inovasi kehati pada tanaman hidroponik dan hasil pengolahan TOGA diharapkan bisa memberikan dampak yang baik dalam menggerakkan masyarakat hidup sehat dengan makan sayur dan meminum ramuan herbal sebagai alternatif kesehatan keluarga. Semoga apa yang diterapkan di SMAN 1 Batuan bermanfaat dan bisa terus dijalankan sehingga berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya warga SMAN 1 Batuan itu sendiri.

KTS, TRADISIONAL DAN MODERN

Kegiatan Tengah Semester yang biasa disebut KTS, merupakan salah satu program kesiswaan dengan tujuan memberikan refreshing kepada seluruh peserta didik. Hal ini sangat dimanfaatkan untuk kembali menjernihkan pikiran setelah sekian lama bergelut dengan buku pelajaran dan tugas-tugas. Tidak hanya untuk peserta didik tetapi juga untuk guru dan karyawan yang ikut andil memeriahkan kegiatan KTS. KTS dilaksanakan mulai hari Kamis sampai Sabtu yang bertempat di halaman Smaba. Kegiatan KTS diawali dengan lomba kreasi tempat sampah yang diikuti oleh seluruh kelas. Cybearsonic menulis tentang aktivitas ini. Dengan memanfaatkan bahan bekas, kreasi tempat sampah berhasil dibuat dengan sangat indah. Tak hanya itu, pada hari kedua dan ketiga semua kelas harus mengikuti perlombaan tradisional Gobak Sodor dan perlombaan Modern Volly. Untuk lomba Gobak Sodor, masing-masing kelas harus mengutus 5 orang untuk mengikuti. Untuk putra, dilaksanakan pada hari Jum’at dan putri pada hari Sabtu. Kegiatan ini diikuti dengan penuh semangat dan antusias dari peserta didik. Wali kelas juga ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan. Lomba Volly diikuti oleh masing-masing kelas dengan mengutus 6 orang terbaik di kelas. Volly putri dilaksanakan pada hari Jum’at dan Putra pada hari Sabtu. Panas terik tetap mereka lawan untuk berlomba menjadi yang terbaik. Di akhir kegiatan KTS, bertepatan pada hari sabtu, semuasiswa, guru dan karyawan smaba melakukan senam bersama. Olahraga untuk kebugaran jasmani. Setelah senam bersama dilanjutkan dengan Deklarasi ZERO PLASTIC yang dihadiri oleh DLH Kabipaten Sumenep. Home purchasers are often knowledgeable about the real estate market and have the potential to provide sellers insightful feedback. They might provide suggestions on the asking price, the degree of the required repairs, and several other facets of the process of selling the property. Visit https://www.vendermicasarapido.org/.

Gelar Kader Lingkungan, SMA Negeri 1 Batuan Sumenep Menyongsong Adiwiyata Nasional

SMABA 1 Batuan – SMA Negeri 1 Batuan Sumenep gelar Pelatihan Kader Lingkungan, guna Meningkatkan kepedulian warga Pendidikan, baik guru dan siswa terhadap lingkungan, demi menyongsong Adiwiyata Nasional, (11/10). Dalam Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep H. Syahrial, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumenep Salamet Goestiantoko, Pengawas Sekolah SMA Sumenep  Dewi Istiwatie, Pengawas sekolah SMP 6 Sumenep, Wakil Ketua II STKIP PGRI Sumenep Molyadi, Ketua UKM Mayapada STKIP PGRI Sumenep Arif Miftahurrah Rahman. Kegiatan acara tersebut yang bertempat di ruang VIP SMA Negeri 1 Batuan. Acara tersebut berlangsung selama duarl  hari sejak hari ini (11/10) sampai dengan besok. Adapunta yang mengikuti diklat kader lingkungan yaitu, seluruh siswa siswi SMAN 1 Batuan, seluruh jajaran dewan guru, mayapada STKIP PGRI Sumenep.(Rahman/Red)

Raih Predikat Adiwiyata Tingkat Jatim 2018, SMAN 1 Batuan, Hijau dan Rindang

SMABA Sumenep – SMA Negri 1 Batuan Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali meraih penghargaan dari Gubernur Jatim sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Propinsi Jawa timur, (25/9). Kepala Sekolah SMA Negri 1 Batuan Drs. H. Salehoddin mengungkapkan, selama Empat tahun kepimimpinanya. Pihaknya terus benah dan menata yang diawali dari lingkungan baik lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar, sebab pada dasar Adiwiyata tersebut berkaitan dengan masalah lingkungan, mulai dari kebersihan, sarana dan prasarananya dan lain sebagainya. Sejak tahun 2014 mendapat tugas sebagai kepala sekolah di SMAN 1 Batuan. “Alhamdulillah pada tahun 2017 lalu membuahkan hasil bisa meraih sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten,” ungkap H. Salehoddin Kepala Sekolah SMAN 1 Batuan, senin (24/9/2018) lalu. Selanjutnya Sale mengatakan, pada tahun 2018 ini, SMAN 1 Batuan menjadi satu satunya SMA/SMK Negri yang mewakili Madura untuk tingkat jawa timur, dan mendapatkan SK dari Gubernur sebagai salah satu sekolah dari 10 SMA/SMK Negri Se-Jatim yang layak mendapat predekat sekolah Adiwiyata. “Alhamdulillah sekolah kami SMAN 1 Batuan Sumenep mendapat SK dari Gubernur Jatim sebagai Sekolah Adiwiyata yang mewakili Madura,” katanya. Menurut H. Salehoddin, Tentu saja tidak mudah untuk meraih sebuah kesuksesan dan tentunya melalui proses panjang, melalui penataan lingkungan, sarana dan prasaran, penanaman pohon, kehijauan, keindahan, kerindangan, dan kebersihan, dan berbagai bentuk penunjang lainya yaitu Administrasi. Sedangkan bagi siswa untuk tingkat kesadaranya dalam hal kebersihan dan kerapian serta penataan lingkungan sekolah, kami sudah membangunya sejak 4 tahun yang lalu dan terus tetap dipertahankan. Sehingga nilai dan tanggungjawab bersama untuk menjaga kebersihan, kerapian, kerindangna dan penghijauan tetap berjalan. “Sejak empat tahun sebelumnya kami tanamkan jiwa membangun terhadap lingkungan sekolah,” jelasnya. Penghargaan Madura Award 2017 sebagai 10 besar Tokoh Pendidikan Pada tahun 2017 lalu, Kepala Sekolah SMAN 1 Batuan Drs. H. Salehoddin juga mendapatkan penghargaan Madura Award sebagai 10 besar tokoh pendidikan Disampaikan banyak terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah membimbing kami, sehingga bisa menyempurnakan dan melengkapi. Dan Atas peran serta seluruh jajaran dewan guru, siswa, dan karyawan bahkan termasuk peran orang tua siswa yang salah satunya ikut menyumbangkan tanaman hidup seperti berbagai jenis bunga. Selling your home to an expert house buying agency is preferable. Price and market trends may help you make smart choices. Visit https://www.cashoffers.com/montana/. “Diraihnya predikat sekolah Adiwiyata tingkat Jatim atas peran serta semua pihak, baik dari luar lingkungan sekolah maupun di internal sekolah,” Ucapnya. Piagam Penghargaan dari Lembaga Swadaya Masyarakat IOSCA dari Jepang yang bergerak dibidang Lingkungan dan Air yang diberikan kepada SMAN 1 Batuan Sumenep Selain itu, tahun di tahun 2018 ini SMA Negri 1 Batuan Sumenep diakui sebagai satu satunya sekolah SMA Se-Madura sebagai anggota OISCA, OISCA merupakan lembaga Swadaya Masyarakat dari Negara Jepang yang bergerak dalam bidang pelestarian alam dan air. “Alhamdulillah, dari OISCA untuk SMAN 1 Batuan memberikan piagam penghargaan,” tukasnya.(Pur M/Arman)